Sabtu, 17 April 2010

Lunturnya Etika Akibat Teknologi

Etika tradisional kita luntur karena teknologi….

APA ? ? ? ? ?
Beneran ? ? ? ? ?

Game Online
Cobalah kita tengok yang satu ini,, dari anak kecil sampai yang dewasa selalu ada dan memenuhi tempat-tempat rental game online…
Dari pihak rental biasanya menerapkan ‘happy hour’ dimana para pemain bisa main dengan harga sewa murah perjamnya untuk bermain jam malam sampai pagi,, dari yang saya ketahui biasanya happy hour ini mulai jam 10 malam sampai pagi jam 6 atau jam 7an…. Bayangkan kita bisa main puas dengan harga sewa yang murah…
Menurut buku yang saya baca,, ada dampak-dampak yang berhubungan dengan kehidupan sosial dari pemain ini,,salah satunya biasanya para pemain yang sudah kecanduan ini akan susah untuk berkomunikasi atau bergaul dengan teman-temannya dikarenakan apa yang dia hadapi setiap hari dan kebanyakan waktunya di habiskan depan sebuah komputer,, sehingga sense sebagai makhluk sosial akan lama kelamaan luntur,, karena waktu yang seyogyanya digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain tetapi tergantikan oleh permainan game tersebut…

Internet
Semakin luasnya jaringan internet membuat kita hampir bisa menjelalah kemanapun,, hal ini tentunya sangat menguntungkan dan memudahkan bagi kita untuk mendapatkan informasi,, tapi ada suatu momok yang besar di dalamnya ketika internet semakin mudah untuk diakses serta kirim dan mengirim data semakin mudah…
Salah satu momok tersebut adalah banyaknya situs-situs porno bahkan gambar-gambar porno,, video dan teman-temannya dengan sangat mudah sekali untuk diakses…. Bahkan anak kecilpun bisa mengaksesnya dengan mudah..
Kita tinjau dampak-dampak dari kejadian ini yang menyebabkan lunturnya etika-etika..
1. Kasus perkosaan….. Dari media dan dari sumber-sumber yang saya baca dan lihat,, terjadinya tindak perkosaan ini sebagian besar dikarenakan para pelakunya habis menonton film porno… bahkan yang lebih parahnya lagi saya pernah melihat di media elektronik bahwa ada berita seorang anak sd memperkosa temannya… Dari penuturan anak tersebut mengatakan bahwa dia melakukan ini karena pingin mencoba apa yang dia lihat (film porno)…
2. Sex bebas,, tidak sedikit para pasangan-pasangan yang melakukan malam pertamanya sebelum menikah… selidik punya selidik dari beberapa berita di media elektronik para pelaku tersebut melakukan hal ini karena terpengaruh tontonan dan gambar porno yang dia lihat…

dari contoh diatas dapat kita ketahui bahwa bila tontonan orang tersebut negatif,, maka orang itu akan jadi negative pula…
sehingga ada orang yang mengatakan “kita adalah apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat”,, nampaknya kata-kata tersebut ada benarnya…

Minggu, 04 April 2010

MarKus


Gayus bekerja di bagian keberatan di Ditjen Pajak Kementrian Keuangan dimana bagian keberatan ini menangani wajib pajak yang bermasalah/ wajib pajak yang keberatan atas pembayaran pajak. Dimana Gayus mempunyai peran yang penting pada masalah keberatan tersebut.

Pada waktu ditangani Gayus, Direktorat Pajak sering kalah dalam menangani kasus pajak (sekitar 90% kasus dimenangkan pihak wajib pajak). Sebenarnya ini adalah permainan dengan wajib pajak sehingga wajib pajak yang diuntungkan, dan Gayus mendapat imbalan.

Gayus pernah bermasalah dengan hukum tetapi ia lolos dari jeratan hukum karena uang yang disangkakan 24,5 miliar diakui sebagai milik Kosasi, bukan milik Gayus walaupun itu adalah milik Gayus.


Susno Duaji lengser dari Kabareskrim dan ia melaporkan adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh Gayus maupun di dalam jajaran kabareskrim sendiri, akhirnya kapolri menindaklanjuti dengan menagkap Gayus dan memeriksa 2 jendral di jajaran kabareskrim, akhirnya Gayus menyerahkan diri di singapura dan juga memeriksa aparatnya di jajaran kabareskrim serta di kejaksaan agung juga memecat kajari tangerang dikarenakan meloloskan Gayus dari tuduhan penggelapan pajak serta diperiksa juga jaksa penuntut umum maupun hakim yang menanganinya.



Yah….korupsi lagi korupsi lagi…

Bahkan pendidikan dan gaji yang tinggi (dalam hal ni Gayus yang lolos dari STAN maupun diberi gaji Rp.12,1 juta, yang kehidupan sehari-harinya dalam sebulan hanya mengeluarkan sebesar 10jutaan) tidak dapat menghadang yang namanya korupsi.

Bener katanya bang napi….”kejahatan bisa terjadi bukan hanya ada kesempatan tetapi juga ada niat pelakunya”.

Siapapun yang punya kuasa atau kewenangan, punya kesempatan untuk korupsi, nah hal yang dapat membuat orang melakukan tindakan korupsi dalam situasi ini adalah niat dari pelakunya.

Bila orang itu punya kesempatan karena punya kekuasaan dan orang itu memiliki niat untuk memperkaya dirinya ataupun mereka yang dekat dengannya maka jadilah ia korupsi.

Beda dengan orang yang punya kesempatan tetapi tidak punya niat maka ia pun tidak akan korupsi.

Dalam hal ini bisa kita ambil sebuah solusi bahwa untuk mengatasi korupsi tidak hanya cukup dengan pendidikan tetapi didasarkan pada pengendalian niat para empunya kekuasaan ini, salah satu caranya adalah dengan pengetahuan dalam hal keagamaan. Bagaimana mengendalikan niat itu yang meskipun kesempatan datang bertubi-tubi dan menguntungkan tetapi tetap tidak mau melakukan korupsi tersebut. Jika keluarga maupun lembaga-lembaga pendidikan atau keagamaan memberikan pengetahuan ini sejak dari dini dan secara rutin, maka setidaknya mereka tahu bahwa itu perbuatan tidak baik dan memungkinkan mengecilkan angka korupsi.

Rabu, 31 Maret 2010

KEPITING

Bagaimana cara memancing Kepiting?

Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, diujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil.

Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar, kami mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu akan 'menggigit' tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah. Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala. Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat.

Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang,kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena MARAH .

Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan anda.

Nothing Great in the World has ever been accomplished without PASSION